Sembilan puluh dua

1136 Kata

Akira sedang menikmati sarapan paginya, sarapan yang di buatkan oleh pembantu barunya. Sebenarnya ia sama sekali tidak menginginkan untuk memiliki seorang pembantu rumah tangga, namun Marco selalu saja memaksa dirinya. Akira masih ingat betul bagaimana Marco memaksa dirinya, dan bagaimana ia selalu meolak permintaan pria baik itu. "Aku nggak mau, Marco. Aku masih bisa mengurus diri ku sendiri, aku tidak peArlu di berikan asisten rumah tangga seperti ini, menurut ku ini sangat berlebihan" tolak Akira. "Apanya yang, Ra. Aku hanya ingin membantu mu, dan ini hanya bantuan kecil. Kau seorang diri di sini, dan kau akan melakukan pekerjaan mu seorang diri. Aku yakin, semua itu akan membuat mu sangat lelah, di tambah lagi pekerjaan kantor yang sudah pasti akan menguras semua tenaga dan pikiran m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN