Sembilan puluh satu

1066 Kata

Tristan masih saja melamun, ia bahkan tidak sadar kalau jam istirahatnya sudah usai. Kalau saja Rio tidak memanggilnya, mungkin ia akan terus duduk dan merenung di sana. Sejak pernikahannya dengan Alia, ia semakin merasa terpuruk. Terkadang Tristsn berpikir konyol, ada setitik sesal baginya karena telah meninggalkan Akira dan memilih untuk menikahi Alia, namun ia tak bisa berbuat banyak selain menjalani semuanya dengan penuh kesabaran. "Tan, melamun aja. Sudah waktunya kembali bekerja, jangan sampai ibu Donna yang negur kamu" ucap Rio membuyarkan lamunan Tristan. Tristan terkejut bukan main, seolah ia sedang melihat makhluk halus sedang menakuti dirinya. "Hello Tristan, aku bukan hantu atau semacamnya, jadi kamu nggak perlu terkejut seperti itu. Aku yakin kamu lebih terkejut jika ibu Do

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN