“Papa” ucap Rian, ia hampir saja tak mampu untuk mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya. Lidahnya terasa keluh, ia bahkan gemetar saat melihat aksi Rinto. Rinto yang sedang menodongkan pistol tepat di jidat Tristan langsung mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara, namun tangannya masih tetap di atas, ia sedikitpun tak berniat untuk menurunkan tangannya. “Kenapa kamu ke sini Rian? Apa kamuj berencana untuk menghentikan papa? Jangan berharap terlalu banyak Rian, papa pikir kamu sudah sangat mengetahui papa, sudah tahu apa yanng akan papa lakukan jika seseorang menggoreskan rasa sakit di hati papa” ucap rinto. “Iya, Pa. Rian tau, Rian hapal betul bagaimana papa. Itu sebabnya Rian ada di sini, Pa. Rian tau papa masih memiliki sedikit belas kasihan kepada Tristan, papa harus ingat si

