Isak tangis memenuhi ruangan Akira, ia tak menyangka apa yang ia dengar hari ini adalah sebuah kenyataan pahit yang sama sekali tak ingin ia dengarkan dari Rinto dan Rian yang tadinya berniat untuk pergi dan meninggalkan Akira di sana sesuai dengan permintaan Akira. Melihat kesedihan Akira, keduanya mengurungkan niatnya hingga Marco tiba di sana. Namun pada kenyataannya, keduanya tak bisa untuk pergi meninggalkan Akira dalam waktu lama setwlah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dengan perlahan Rian membantu Akira duduk di kursi rodanya, lalu ia mendorong kursi roda itu agar bisa tiba di sebuah ruangan tempat di mana seseorang sedang berada. Lagi-lagi Akira hanya bisa menangis, ia benar-benar tak percaya karena saat itu ia melihat pria yang ia tunggu-tinggu, pria yang sangat baik,

