Marco dan juga Marsel terkejut, segera mereka membalikkan badan dan melihat siapa pemilik suara itu. Keterkejutan lebih dari sebelumnya saat keduanya melihat siapa yang ada di hadapan mereka, seseorang yang sama sekali tak mereka sangka akan mengatakan hal itu. “A-akira” ucap Marco terbata. “Aku tidak ingin kau terlalu mencampuri urusan ku, karena menurut ku itu sudah melampau batas” tandas Akira. “Akira, aku…” belum selesai Marco bicara, Aakira langsung memotongnya. “Aku ingin pulang, aku tidak ingin berlama-lama di sini karena aku bukan orang yang penyakitan” ucap Akira lalu ia berjalan mendahului mereka. Marco mengusap wajahnya kasar, ia merasa kalau Akira sangat marah kali ini. Ide yang tidak pernah terlintas dalam benaknya, ide yang tidak begitu terpikirkan olehnya untuk membalas

