Akira pulang dengan cukup baik, walau sebenarnya tidak baik-baik saja. Untuk menutupi suasana hatinya, dia mencoba tersenyum sampai di depan rumah. Bahkan, ia belum turun dari mobil takut masih menyimpan emosi apalagi dia bertemu tidak hanya Tristan hari ini. Tapi semua keluarga pria itu, membuatnya cukup sakit kepala. Ah, ya merebut Tristan? Astaga, setelah dia melahirkan anaknya, berkeinginan untuk bertemu ayah dari anaknya itu saja tidak. Bagaimana bisa dia merebut suami orang? Dia bukanlah manusia tidak punya hati, jujur saja dia sudah muak dengan segala sandiwara Alia. Tapi mau bagaimana lagi? "Akira? Kamu sudah pulang sayang?" Mama Riana, menyambutnya di depan pintu karena merasa ada suara mobil tapi orangnya tidak ada sama sekali masuk atau memencet bel rumah. "Oh, ya ma, maaf ya

