Rumah Fadli
Rumah yang sangat besar bagi Vita. Perasaan campur aduk di hati Vita.
Saat Vita melangkahkan kakinya ke dalam rumah ada dua wanita yang menyambutnya dengan ramah. Mereka istri Fadli.
"Vita...perkenalkan ini Dona,istri pertamaku." kata Fadli.
" Halo Mbak Dona,saya Vita." jawabku dengan mengulurkan tanganku ke arah istri pertama Mas Fadli,dan di balas uluran tanganku dengan ramah olehnya.
"Dan ini Sarah, istri ke dua aku." kata Fadli memperkenalkan istri keduanya.
"Halo Mbak Sarah, Saya Vita." jawabku sama dengan uluran tangan serupa yang aku lakukan kepada Mbak Dona.
"Ayo kita masuk, kita lanjut ngobrol di dalam." kata Dona,istri pertama Fadli.
Merekapun masuk ke dalam dan menempati ruang keluarga. Dona dan Sarah menyambut Vita dengan baik. Tapi ketegangan di mulai saat mereka menempati tempat duduk masing-masing. Tidak ada obrolan setiba mereka di ruang keluarga.
Vita mencoba memecahkan ketegangan itu, berkata apa tujuan dia ke rumah Fadli.
"Mbak Dona, Mbak Sarah maaf sebelumnya. Saya kemari ingin tau, apa kalian memperbolehkan Mas Fadli menikah lagi?." kata Vita gemetar tapi dengan nekat mengucapkannya.
"Benar Dona,Sarah....kalau kalian mengizinkan, aku juga ingin memperistri Vita." kata Fadli to the poin.
"Aku akan mengizinkan jika Mas Fadli bisa menjadi iman yang baik untuk kita." jawab Dona.
"Aku juga mengizinkan jika ini yang terbaik untuk keluarga kita mas." jawab Sarah.
"Terima kasih istri-istriku. tetaplah jadi istri Sholehah aku sampai nanti Allah memanggilku." ucap Fadli pada dua istrinya.
"Aku ke ruang kerjaku dulu sebentar ya, ada yang harus segera aku urus, kalian ngobrol dulu di sini." Tambah Fadli.
"iya mas." ucap ketiga perempuan itu serentak.
Kepergian Fadli membuat Vita semakin penasaran dengan istri-istri Fadli.
"Mbak Dona,apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Vita sedikit ragu.
"Tanya saja vita, tidak usah sungkan." jawab Dona.
"Maaf mbak, kenapa Mbak Dona mau di madu?" tanya vita pelan.
"Vita...saya ini hanya wanita yang jauh kata sempurna, saya ingin selalu membahagiakan suami saya, kebahagiaan suami saya itu juga kebahagiaan saya." jawab Dona percaya diri.
" Lalu....bagaimana dengan Mbak Sarah, kenapa Mbak Sarah mau menjadi istri ke dua?" tanya vita berganti kepada istri ke dua Fadli.
"Aku hanya ingin mencari ridho Allah,vita. Aku juga masih banyak belajar dari Mbak Dona." Jawab Sarah sambil tersenyum ke arah Dona.
Flash Back on
Dona,istri pertama Fadli adalah wanita yang sangat lembut dan baik hati tetapi Dona tidak bisa memberikan keturunan untuk Fadli. beberapa tahun lalu Dona sakit kanker dan mengharuskan oprasi pengangkatan rahimnya.
Karena itu Dona meminta Fadli menikah lagi dengan wanita pilihannya yaitu Sarah. meskipun awalnya Fadli menolak, Dona tetap membujuk Fadli sampai Fadli mau menikahi Sarah.
Dona berharap Fadli bisa mempunyai keturunan dengan Sarah.
Tapi sudah hampir 5 tahun pernikahan Fadli dan Sarah, mereka belum juga dikarunia anak.
Saat Fadli sebelumnya meminta izin untuk menikah dengan Vita,Dona langsung mengizinkan dengan harapan Fadli bisa mempunyai anak dari Vita.
Sarah sebelumnya menolak dengan keputusan Dona dan Fadli tapi saat mendengar nasihat Dona yang ingin menuruti suaminya untuk punya anak, Dengan berat hati Sarah pun setuju.
Sarah menyadari kalau dirinya sampai saat ini belum juga memiliki keturunan. Padahal sebelum pernikahan dengan Fadli, Dona sangat berharap Sarah bisa memberikan keturunan Fadli.
Di rencana pernikahan Vita kali ini tak bisa dipungkiri ini sangat menyakitkan untuk Dona dan Sarah. Untuk membahagiakan suaminya,mereka berusaha ikhlas menerima pernikahan ini dan sangat berharap Vita bisa memberikan keturunan untuk Fadli.
Flash Back off
Vita masih heran dengan kedua istri Fadli yang begitu mudah mengizinkan suaminya menikah lagi. Banyak unek-unek yang ingin dia sampaikan.
" Mbak dimana anak-anak mas Fadli?" tanya Vita pada dua istri Fadli.
"Kita belum punya anak Vita." jawab Dona.
Di obrolan ini Dona yang lebih sering menjawab dan Sarah cenderung diam.
"maaf mbak...bukan maksud saya..." kata Vita terpotong dengan jawaban Dona.
"Tidak apa Vita, kamu juga berhak tau dari sekarang." jawab Dona.
" Apa karena itu kalian mengizinkan Mas Fadli untuk menikah lagi mbak?". tanya Vita.
"Iya Vita. kami berharap dengan pernikahan kamu nanti bisa memberikan keturunan untuk Mas Fadli." jawab Sarah to the poin,yang sebelumnya hanya terdiam kini ikut menjawab.
"Jadi ini alasan mereka menerimaku. mereka belum bisa memberikan keturunan untuk Mas Fadli." gumam Vita dalam hati.
"Lalu bagaimana kalau nanti setelah pernikahan aku dengan Mas Fadli, aku juga tidak mempunyai keturunan mbak?,Apa kalian tetap bisa menerima aku?" tanya Vita lagi.
"Tentu saja Vita, kita tetap menerima kamu. Kami hanya berharap kamu bisa memberikannya, kalaupun belum bisa itu takdir Allah, kita sebagai hamba hanya bisa berserah dan berusaha." Jawab Dona.
"Terima kasih mbak, saya tidak tau harus bertanya apa lagi. Kalian bisa sabar menerima kehadiran aku di keluarga kalian." ucap Vita.
"Sama-sama Vita. Sebentar lagi kamu akan menjadi bagian dari keluarga kita." jawab Sarah.
"Istri aku akur-akur ya, seneng aku liatnya." kata Fadli dengan senyum manisnya.
"Harus dong mas." Jawab Dona dan Sarah serentak.
"Kompak banget" ucap Fadli dengan tertawa.
Merekapun tertawa bersama.