"Ngapain buru-buru sih, Din. Ya ampun, aku belum jad beli celana dalam sama beha!" Aku tidak memperdulikan Yuna yang nyerocos di belakangku. Yang aku lakukan saat ini adalah menarik tangan Yuna agar cepat pergi dari tempat menyebalkan ini. Aku ingin cepat pulang! "Din, Dina! Kamu kenapa, sih?" Aku masih diam, menariknya menuju parkir. "Dina, sumpah! Kamu dikejar setan apa, sih? Jalannya cepet banget?" "Udah ah, kamu bonceng aku. Anterin ke tempat Bu Rika," titahku pada Yuna. Aku dan Yuna sudah sampai di parkir khusus motor. Motorku memang aku titipkan di warung Bu Rika, kami pergi ke mall menggunakan motor Yuna. Lebih praktis, dan alasan yang paling utama adalah, aku malas naik motor sendiri. Dan hal ini membuatku bersyukur, aku galau dan tidak bawa motor sendiri. "Kamu kenapa, sih

