SCANDAL DENGAN NYONYA
[Episode 5 ~ Sang Asisten]
Max sedang berada di Black Devil Club dan langsung masuk karena para penjaga disana sudah tau kalau Max adalah sahabat dari Beno pemilik Club ini.
" Wow! Maxime Sang Asisten Tuan Zen sekaligus memendam cinta kepada Sang Nyonya Bianca telah datang!! Wajah nya kelihatannya bahagia nih? Gue tau. " Ucap Beno terdengar menjengkelkan mengatakan tentang fakta saat melihat Max baru datang, setidaknya biarkan Max duduk dan minum dulu lah tapi ini tidak, langsung di olok-olok.
Dasar sinting!
" Kabar bahagia apaan? Nggak usah ngaco loh! " Ucap Max yang terlihat biasa saja padahal dalam hati berharap Beno tidak bisa membaca isi hatinya dan sekarang Max sangat penasaran... Kenapa Beno tau segalanya?
Apakah Beno mata-mata?
" Alah ngeles aja, nanti juga ada grasak-grusuk nya, hahahaha. " Ucap Beno dengan tertawa puas karena berhasil membuat Max kesal.
" Jared sama Kevin kemana? " tanya Max menanyakan tentang kedua temannya yang lain karena mengobrol berdua dengan Beno nggak guna! Karena selalu saja Max yang diolok-olok.
Walaupun di sebelah Beno ada wanita di kanan dan kiri nya tidak membuat Beno beranjak dan mengajak ke sebuah kamar malah asik bertigaan di depan Max seolah-olah mengatakan...
" Nikmatilah hidup mu dude! Jangan hanya karena ada satu wanita yang loe cintai loe jadi cinta buta! Hidup cuma sekali setidaknya bersenang-senang lah walaupun hanya sehari. "
" Jared lagi di kamar yang di atas, Kevin biasa lah... Pria beristri. " Ucap Beno yang terkekeh karena dari keempat dari mereka hanya Kevin yang sudah menikah mereka juga tau bagiamana kisah cinta Kevin dan Green yang bagaikan puncuk merindukan bulan.
Mustahil!
" Dan loe nggak ada rencana buat jatuh cinta terus bahagia gitu Ben? Nggak kayak gini terus? Itu salah satu dari mereka juga bisa loe pilih! " ucap Max berkata seperti itu di depan wanita bayaran dan membuat mereka tersipu dan seolah-olah mengatakan dalam hati...
" Menjadi istri Beno? "
" Aku mau!! "
" Heh! Nggak usah ngaco gue adalah pria yang bebas!! " ucap Beno yang percaya diri dan itu membuat kedua wanita itu cemberut.
" Kalian jangan sampai ada yang suka sama gue ya?! Kalian tuh gue bayar buat senang-senang dan jangan ada yang baper karena nggak guna! " ucap Beno memperingati dengan tidak berperasaan.
Max yang melihat itu terkekeh.
" Insaf Ben, insaf! " ucap Max lagi.
" Halah! " ucap Beno lagi dan memilih melihat kearah pintu masuk di sana ada Kevin yang datang kesini dengan Green.
What the hell?
" Noh b***k cinta! " ucap Beno ke arah Kevin yang sedang menggandeng Green.
Max yang melihat itu terkekeh.
" Nyonya nggak boleh in buat keluar ya? " tanya Beno kepada Kevin yang baru saja duduk dengan wajah mengejek.
" Nggak juga, ih! " jawab Green lagi.
" Orang Kevin yang kekeh ngajakin aku kesini. " Ucap Green yang membuat Max dan Beno berpandangan bingung.
Ada apa?
" Udah lah Ben, emang kenapa kalau Kevin sama Green,ie juga malah bertigaan karena ngajak dua wanita sekaligus. " Ucap Max puas karena berhasil membalas olok-olok Beno walupun hanya sedikit dan mendengar apa yang di ucapkan Max, Beno langsung mendengus dengan tidak suka
.
" Minum dulu Kev, Green. " Ucap Max menawari dua sejoli yang sudah menikah itu.
Dan Beno melihat itu kesal karena Max sedang menghindari topik lain tentang Bianca.
-
Aliyyah sedang berada di perusahaan sang suami yaitu Tuan Zen karena Tuan Zen masih sakit jadi Aliyyah menggantikan nya sebentar padahal dalam hati...
" Semoga kamu cepat mati Zen!! " umpat Aliyyah dalam hati karena selama ini merasakan sakit hati karena Tuan Zen menikah lagi untuk mendapatkan keturunan padahal sampai sekarang Bianca tidak hamil lagi dan itu membuat Aliyyah terancam karena kalau sampai Tuan Zen meninggal pasti hartanya akan di bagi dua karena bagaimanapun Bianca adalah istri sah Tuan Zen dan mereka mempunyai kedudukan yang sama hanya sebutan istri pertama dan kedua saja yang tersemat yang membedakan.
Dan tentu saja usia mereka yang terpaut jauh juga membuat Aliyyah berfikir...
" Kalau Zen mati pasti Bianca akan menikah lagi karena dia masih muda! Aku percaya itu... Sedangkan aku semakin tua tapi sebelum aku menua aku akan punya anak walupun tidak dari Zen, aku akan membuktikan kalau aku tidak mandul karena Zen lah yang mandul karena sampai sekarang Bianca masih tetap tidak hamil itu artinya, peluru si Zen nggak ada isi nya gabuk! " ucap Aliyyah dalam hati penuh dengan iri dengki dan sampah serapah di dalam hatinya yang terlanjur sakit hati.
Dan saat Aliyyah akan berfikir tentang semua kejelekan tentang Zen, tiba-tiba saja di ketuk.
Tok tok tok!
" Masuk. " Ucap Aliyyah yang ingin terlihat elegan segera membaca berkas yang sedari tadi Aliyyah pegang karena sibuk berfikir buruk dan semua rencana jahat yang akan segera Aliyyah lakukan.
" Bu, maaf menggangu... Ini tolong tanda tangani. " Ucap Max yang mengetuk pintu ruangan CEO yang biasanya di tempati Tuan Zen tapi hari ini ada Aliyyah yang menggantikan suaminya yang sedang sakit.
Terlihat senang!
" Oh okeh! " ucap Aliyyah segera mendatangi tanpa membacanya lebih dahulu dan saat Max akan menegurnya tapi Max mengurungkan niatnya itu karena Max tau kalau Aliyyah tidak ingin di gurui walaupun niat Max baik.
" Baik Bu, terimakasih. " Ucap Max langsung pergi dari ruangan CEO itu.
-
" Woy!!! What happen? Kok udah nongol aja? Baru jam berapa ini Jar? " tanya Beno yang bingung kepada Jared, bingung yang di buat-buat karena melihat Max sudah datang di Club pada sore hari seperti ini padahal biasanya Max datang ke sana saat sudah tengah malam.
" Jam sepuluh malam. " Ucap Jared kepada Beno.
" Masih sore buat seorang Max, ada apa ini? " tanya Beno lagi pada Max tapi Max lebih memilih untuk memesan Vodka untuk minum dulu daripada menanggapi ocehan Beno yang nggak akan kelar sebentar.
Jam sepuluh malam dikatakan masih sore!
Yang benar saja!
" Loe tuh! Karena udah kebanyakkan di Club apa gimana sih Ben? Jam sepuluh malam loe bilang sore? Sore tuh jam 5 sore baru tuh sore! " ucap Max mulai menanggapi ucapan Beno yang masih melihat kearahnya dengan senyuman jahil.
" Ya masih sore lah, disini nggak akan berhenti kalau belum dini hari. " Ucap Beno yang apa adanya.
Terserah lah!
" Itu di perusahaan bos loe lagi kosong ya posisi CEO karena Tuan Zen lagi sakit nggak sembuh-sembuh, eh tapi Aliyyah yang gantikan sementara kan? " tanya Kevin yang tidak jauh akan namanya perusahaan.
Kevin bukanlah orang yang suka menggoda Max dengan perasaan Max yang menyukai sang Nyonya, terlebih Kevin juga sudah menikah jadi Kevin lebih mengerti namanya jatuhnya cinta daripada Jared dan Beno yang taunya hanya selang...kangan saja.
" Ya begitulah, masih bisa lah. " Ucap Max lagi dan Jared menambahkan...
" Tapi gue yakin itu si Aliyyah seneng banget jadi CEO yang walupun cuma sementara tapi di dalam hati nya ingin selamanya dan lagi menyusun rencana dan loe Max! Harus hati-hati dengan ular berbisa kayak Aliyyah! Dia aja bisa bertahan jadi istri pertama walupun Tuan Zen udah menikah lagi karena alasan keturunan tapi sampai sekarang Bianca belum hamil juga! Gue jadi curiga sama Tuan Zen... Mandul mungkin karena kedua istrinya sama-sama nggak bisa hamil! Apa kedua istrinya yang mandul malah? " ucap Jared panjang lebar.
" Wah! Salah pilih istri tuh Tuan Zen, goyangan kedua istrinya kurang hot! " ucap Beno yang otaknya nggak jauh-jauh dari namanya selang...kangan.
" Emang loe pernah nyobain sama salah satunya? Bisa bilang goyangan nya kurang hot! " ucap Max yang membuat Kevin, Jared dan Beno melihat kearah Max dengan bingung langsung di susul dengan kekehan.
" Ya emang belum sih? Kalau suruh milih gue mendingan sama Bianca lebih muda pasti masih keset dan goyangan apalagi. " Ucap Beno yang sudah berfantasi tapi tiba-tiba saja Max menggebrak meja karena kesal.
Brak!
Woy! Kenapa loe?
-
To be continued