SCANDAL DENGAN NYONYA
[Episode 3 ~ Serahkan Saja Pada Yayasan]
Tiba-tiba saja pintu di buka dengan kencang dan di susul dengan seorang wanita yang berjalan dengan cepat dan...
Plak!
Hei!?
" Apa-apaan ini?! " ucap Bianca yang terlihat marah.
" Kau itu apa-apaan Aliyyah?! " ucap Tuan Zen yang ikut marah dan sedih karena Bianca di tampar begitu saja.
" Apa-apaan kau bilang hah! Mana anak yang di janjikan dia saat awal menikah hah?! Sampai bertahun-tahun anak itu tidak hadir juga! Sia-sia pungut Bianca dari jalanan kalau ternyata Bianca mandul! " ucap Aliyyah yang tidak tau diri!
Mengatai Bianca mandul tapi dirinya sendiri pun juga mandul.
Aliyyah dulu membiarkan saja saat Bianca menikah dengan Tuan Zen, berharap Bianca akan hamil dan memberikan pada keturunan Xiao dan bisa menjadi pewaris segala aset Xiao Grup.
Tapi semua rencana Aliyyah tampak semu dan sepertinya tidak akan terwujud karena tidak ada pewaris di dalam keluarga!
Siapa yang harus di salahkan?
Bahkan sampai sekarang Tuan Zen masih sakit dan berada di kursi roda lalu bagaimana membuat anak? Hm!
" Nggak usah bacot kalau ngomong! Sekarang pergi! Suamiku ingin istirahat dulu! " ucap Bianca yang tidak peduli dengan perdebatan keturunan di depan Tuan Zen karena bagaimanapun kondisi kesehatan Tuan Zen harus pulih lebih dahulu.
" Heh!?... " ucap Aliyyah terpotong karena Bianca keburu menjawab dan mengatakan...
" Pergi! " ucap Bianca lagi dengan tatapan marah.
" Sekarang kamu istirahat dulu ya... " ucap Bianca pada Tuan Zen yang sedari tadi terdiam, keturunan tidak ada samping sekarang juga salahnya tapi kenapa hanya Bianca yang di salahkan!
-
Setelah Tuan Zen tidur dengan nyaman, Bianca keluar dari rumah untuk menghirup udara segar tapi saat akan menghidupkan mobil tiba-tiba Max memanggil Bianca...
" Nyonya mau kemana? " tanya Max pada Bianca kepo sekaligus khawatir karena mendengar suara perdebatan tadi dan juga melihat wajah frustasi dan sedih Bianca.
" Mau keluar sebentar, okeh saya pergi ya... " ucap Bianca yang akan menyalakan mobilnya tapi tiba-tiba saja Max membuka pintu mobil bagian mengemudi dan mengatakan...
" Biarkan saya yang mengantar Nyonya sekarang Nyonya pindah ke kursi penumpang saja. " Ucap Max lagi sambil menatap Bianca yang seolah-olah terpaku dengan wajah Max yang terlihat tampan dan jantan!
Dan setelah tersadar dari pesona Max yang ternyata sangat menarik, Bianca pindah dan duduk di kursi penumpang di sebelah Max dan hanya terdiam.
Anak?
Anak?
Keturunan?
Tidak ada penerus?
Semua kata-kata itu terus saja berputar di telinga Bianca yang terlihat sedih dan tanpa sadar Bianca menangis di samping Max saat di perjalanan menuju pantai.
Dan setelah sampai di tepi pantai dengan mesin mobil yang sudah di matikan Max mengatakan...
" Kau bisa bersandar di bahu ku Nyonya. " Ucap Max lagi tapi Bianca malah memeluk Max dengan erat sambil menangis.
Huhuhu!
" Apakah di sebuah pernikahan harus ada anak agar bisa menjadi pewaris?! " ucap Bianca sambil menangis.
" Gimana mau punya anak kalau Zen saja tidak pernah ereksi, anu ku juga gatal mau di sodok tapi Zen itu nggak bisa! Tapi kenapa aku yang dikatai mandul! Dasar Aliyyah nggak tau diri! Dia juga mandul dan sudah tua! " ucap Bianca yang mengeluarkan segala keluh kesahnya dalam hati dengan di dengarkan oleh telinga Max yang sekarang mulai memejamkan matanya.
" Sudah lega? " tanya Max saat tidak mendengar lagi suara Bianca.
" Belum! Huhuhu... Aku nggak bakal bisa lega kalau belum bisa menampar wanita mandul dan tua bangka itu dengan kehamilanku! " ucap Bianca lagi yang mulai meraung-raung.
Ck!!
" Mau aku bantu, Bianca? " tanya Max dan memanggil Bianca tanpa embel-embel Nyonya lagi.
Dan Bianca yang mendengar semua perkataan Max hanya terpaku.
Membantu bagaimana?
" Emang bisa? " tanya Bianca dengan polosnya dan dengan wajah menyeringai dan di dalam mobil yang gelap Max mulai melepaskan sabuk pengaman mereka berdua dan mendekat dan menyondong ke arah Bianca.
" Hei mau apa? " tanya Bianca yang mulai panik dan gelagapan saat Max mendekat ke arahnya dan...
Cup!
Oh God!
Max!
Tangan kanannya suaminya mencium sang Nyonya di dalam gelapnya mobil dan walaupun Bianca bisa menolak dan berontak tapi Bianca memilih terdiam dan menikmati ciuman Max yang ternyata sangat mahir berciuman dan memabukkan.
Tanpa sadar, Bianca sudah basah! Sungguh basah! Di bawah sana di ingin segera di masuki!
Bolehkah?
Karena selama Tuan Zen sakit Bianca tidak pernah di masuki dan Bianca ingat kapan ia dan Tuan Zen bercinta, hanya dua kali! Dua kali selama bertahun-tahun menikah!
Apa nya yang mau punya keturunan?!
Kalau Bianca saja hanya di sodok dua kali!
Cih mimpi!
-
Ah!
Desah Bianca keluar begitu saja saat tangan Max dengan nakal meremas d**a Bianca yang terbalut kemeja tipis dan bh yang tipis pula karena Bianca tidak memakai bh yang ada busa nya hingga Bianca merasakan semakin basah karena remasan tangan Max di d**a nya sungguh terasa!
Hm...
Mereka hanya melepaskan ciuman yang panas dan menuntut itu sekilas untuk menghirup udara dan setelah itu langsung berciuman lagi.
Apalagi tangan Max sekarang sudah berada di sela paha Bianca yang sudah berada di posisi tertidur di kursi penumpang dengan kaki yang mengakang karena inti tubuhnya di masuki dua jari Max!
Beginikah rasanya bercinta?!
Ini namanya bercinta yang sesungguhnya!
" Akan aku ajari bagaimana caranya klimaks! Uh! Sekarang pegang anu ku Bi... " ucap Max dengan deep voice dan langsung membuat Bianca terpaku.
" Anuku hanya nga...ceng lihat kamu Bi... " ucap Max dengan frontal dan itu membuat Bianca bergerak gelisah karena di bawah sana seperti ada dorongan dan...
Ah!!!
Bianca mengeluarkan cairan kenikmatan dan dengan tidak sungkan, Max langsung membenamkan kepalanya di antara paha Bianca dan menelan semua cairan kenikmatan Bianca.
" Uhk! Pelan-pelan ji...lat nya... " ucap Bianca yang masih mengadahkan kepalanya dan menikmati sisa-sisa kenikmatan yang ada dan mengelus kepala Max yang masih terbenam di antara paha nya.
Beginikah rasanya bercinta?
Rasanya lutut Bianca lemas dan masih enggan untuk melepaskan semua kenikmatan ini dengan singkat.
Dan di saat mereka akan melanjutkan lagi, tiba-tiba saja suara ponsel Max menyala dan terdengar dengan wajah enggan, Max mengangkat telepon yang ternyata dari Tuan Zen suami dari Bianca... Wanita yang sudah di buat Max klimaks adalah Nyonya sendiri dan masih memiliki suami.
" Suami mu ingin kamu segera pulang. " Ucap Max yang membantu Bianca membersihkan diri dari sisa-sisa kenikmatan tadi dan membetulkan pakaian Bianca.
Dan Bianca terpaku saat Max mengatakan soal... Suamimu!
Dan dengan kesadaran yang pulih, Bianca mencengkram tangan Max yang sedang mengancingkan kemejanya dan mengatakan...
" Apakah kita bisa melakukan ini lagi, bercinta? " tanya Bianca dengan wajah polos dan dengan ketenangan Max menjawab...
" Of course baby... " ucap Max dan sambil memanggut bibir Bianca sebentar dan setelah itu melepaskan nya dan memakai kan sabuk pengaman.
Dan sisa perjalanan mereka hanya ada hening karena Bianca tidak tau apa yang ingin dikatakan...
Dan setelah sampai Bianca membuka sabuk pengaman nya dan mengatakan...
" Aku sangat puas malam ini. " Ucap Bianca sambil menyondong ke arah Max dan dengan nakal memanggut bibir Max sekilas tapi menuntut dan meremas dua kali kelakian Max yang langsung membuat Max ereksi seketika.
Tapi Max harus menahannya!
" Benar-benar mempunyai nafsu yang besar!!! " ucap Max saat Bianca sudah keluar dari mobilnya setelah mereka anu nya dua kali.
Ish!
Bianca terus saja berlarian menuju ke rumah dan segera mandi untuk membersihkan aroma Max dari tubuhnya.
Uh!
Desah Bianca saat merasakan basah lagi hanya karena melihat dan mengingat Max yang tadi mencumbui nya dan sekarang meninggalkan bekas kemerahan yang pasti akan Bianca rindukan.
Bi?
Ha?
To be continued
Instagram @elliemcruken_