Atika duduk termenung cukup lama, dia bingung apa yang harus dia lakukan. Uang itu adalah uang yang dia simpan selama dia bekerja menjadi pemulung, dengan uang itu juga dia sudah punya niat di masa depan. Namun apa daya, uang itu hilang diambil oleh sang kakak. Atika mengangkat tikar, ada uang yang dia simpan di alas tidur, namun tidak sebanyak yang hilang. Atika meraih pecahan uang sepuluh ribu, dua puluh ribu dan lima puluh ribu, dia terlihat menghitung jumlah uang itu. "Lima ratus dua puluh ribu," ujar Arika setelah selesai menghitung uang. Dia melihat lagi dengan teliti apakah masih ada uang uang tertinggal, namun tidak ada. Setelah memastikan semua uang di bawah alas tidur dia ambil, Atika membetulkan alas tidur lalu kemudian dia meraih bantal tidur dan memasukan tangannya ke dala

