Atika duduk di dapur sambil melamun, bahkan ketika bubur mendidih dia tidak tahu. Bussshh busshhh "Hah!" Atika terkaget, dia cepat-cepat mengambil sendok dan mengaduk bubur yang mendidih di dalam panci. Mungkin karena hari ini Nibras datang ke rumahnya jadi dia terlihat kepikiran. Di sisi lain rumah Atika, Kania terlihat menatap langit-langit rumah. Dia menyesali apa yang dia lakukan. Di masa lalu dia sudah menyusahkan adik perempuannya, sekarang juga dia menyusahkan adik perempuannya. Pintu kamar terbuka, Atika masuk dengan membawa piring bubur di tangan kanan dan air minum di tangan kiri. Kania menoleh ke arah Atika yang duduk di pinggir kasurnya. "Makan malam lalu minum obat," Atika mendekatkan piring dan sendok ke mulut Kania. Kania tidak berbicara, wajah pucatnya menandakan bah

