Kania memasuki pintu rumah dengan senyuman lebar menghiasi bibirnya. "Belum tidur?" tanya Atika saat dia melihat kakaknya baru memasuki rumah, dia ingin ke dapur untuk minum air. "Baru mau tidur," jawab Kania. "Kakak darimana?" tanya Atika. "Dari depan gang," jawab Kania. "Sudah larut," "Ada apa di gang?" tanya Atika. "Um, jual sendal bekas," jawab Kania. "Heh? Jual sendal bekas ke siapa?" mata Atika terlihat lebar. "Ke mas Surya," jawab Kania, lalu dia tersenyum tak bersalah ke arah sang adik. "..." Beberapa detik kemudian. "Dapat berapa?" "Sendal lima pasang dapat lima ratus ribu," jawab Kania. Kania cepat-cepat menyodorkan uang lima ratus ribu itu ke arah Atika. "Atika, kamu pegang saja uangnya jangan sampai aku habiskan lagi," Atika mengambil uang itu. "Aku simpan,

