Atika menatap ke arah kakak perempuannya yang belanja sampai kehabisan uang kurang dari satu hari. Ah, satu jam, uang dua juta itu ludes. "Ini Jakarta Kania, bukan pedesaan yang kalau kamu beli, harga akan dikurangin sedikit," ujar Atika. Kania menghembuskan napas susah. Kebiasaannya dalam berbelanja membawa mala petaka bagi dia. Atika melirik ke arah tumpukan barang yang dibeli oleh Kania. "Dua pasang sepatu tali saja harganya lima ratus ribu, kamu beli dimana itu?" mata Atika melotot tak rela. "Di pasar," jawab Kania pelan. "Iya, aku tahu, di pasar mana?" "Di pasar s," jawab Kania. "Kamu ditipu sama penjualnya," ujar Atika. "Um, ini edisi terbatas kok," balas Kania, dia mengambil sepatu tali dan memperlihatkan ke arah Atika. "Hadeh, edisi terbatas apa? Edisi termahal maksud m

