22 : PANEN

894 Kata

Ara menguap lebar-lebar sesaat setelah bangun dari tidurnya,  ia bergerak meregangkan otot-otot tubuh yang terasa kaku. Diliriknya jam ponsel menunjukkan pukul lima pagi, ia segera bergegas menuju kamar mandi untuk melakukan rutinitas mandi serta menunaikan ibadahnya. Sedangkan diluar rumah beberapa warga sudah sibuk dengan cangkul, caping serta tandon untuk berangkat ke ladang. Hari ini warga mulai bisa memanen hasil bumi mereka, karena itulah Ara tidak ingin membuang kesempatan yang berharga ini. Gadis itu ingin melihat rutinitas warga saat panen, hal yang jarang ia lihat di perkotaan tempat tinggalnya. Utomo tersenyum menyapa warga yang saat ini melewati depan rumahnya, ia senang sekaligus sedih saat ini. Membayangkan sorak gembira warga yang berhasil dalam panen terngiang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN