Hawa dingin dengan kabut berterbangan di udara membuat siapapun enggan untuk keluar rumah, tetesan air hujan bahkan belum mengering dari tanah. Aroma tanah bercampur dengan air hujan memang memikat untuk dinikmati, tapi tidak ketika sudah memasuki zona tidak aman. Baru satu langkah memasukinya, seakan sudah disambut oleh kilatan petir sisa-sisa hujan. Suasana semakin mencekam tatkala kaki-kaki manusia mulai berjalan memasuki wilayah berbahaya, bahkan seekor lalat pun tak berani bersuara. “Pelan-pelan saja, mereka bisa curiga.” Sebuah suara menginterupsi dari belakang. Beberapa orang didepannya mengangguk pelan, langkah kakinya menuju ke sebuah gubuk reot yang terletak di tengah kebun. Akan tetapi, disekitarnya terdapat rumput tinggi menjulang yang bisa menutupi gubuk tersebut

