Wanita itu terbelalak mendengar pertanyaan Liam. “Kenapa pria ini jadi mencurigainya?“ tanyanya dalam hati. “Jangan konyol, kamu tau aku, siapa. Pria itu aneh. Tiba-tiba saja bilang aku istrinya, ish…” ujar Vienna pura-pura marah. Liam juga mendengus geli. “Kamu terlalu cantik Yan, hampir semua laki-laki ingin memilikimu sebagai istri. Vienna mendengus kesal. “Ish, aku malas berbicara tentang itu.” Luca tergelak, tapi tiba-tiba serius. Dia menangkap wajah Vienna dengan telapak tangannya. “Aku jujur, kamu memang cantik,” desah Luca serius. Vienna segera mundur dan melepaskan diri. “Ish nggak lucu.” Vienna segera menghindar. Tapi pandangan Liam berbeda. Dia membelai rambut hitam Vienna dengan lembut sambil mendesah. “Aku tahu, kamu sepertinya belum bisa melupakan mendiang suamimu,

