Vienna melangkah ke dalam rumahnya sambil berpikir apa yang terjadi pada Liam atau Lisa tadi. “Pasti ada sesuatu tentang Nicholas tadi, karena Liam langsung berubah mood saat nama itu disebut,” pikirnya dalam hati. Angin bertiup agak kencang sehingga meniup rambutnya. “Sepertinya akan hujan nanti,” pikir Vienna sambil melihat ke arah langit. Langit memang sudah gelap, namun tidak berbintang karena tertutup awan. Dia kembali menaiki tangga dengan cepat agar segera sampai ke rumahnya. Tapi langkahnya di tangga berhenti. Di dalam rumahnya terang benderang, padahal hari sudah malam. “Siapa yang menyalakan lampu?” pikir Vienna heran. Karyawannya tidak pernah berani masuk ke dalam rumah utama, mereka pulang selalu lewat jalan samping. Pikirannya langsung teringat pada sosok yang dia tinggalk

