"Meskipun kata orang aku memiliki segalanya, namun ada satu kelemahanku dimana tidak seorang pun mengetahuinya, yakni mimpi buruk yang terus menghantuiku selama lima tahun ini," *** Aku terbangun oleh belaian tangan ibu di wajahku. Ku buka mataku dan ku lihat ibu yang tersenyum dengan pakaian rapi. Aku segera bangun dari tidurku dan melihat ibu yang telah siap untuk berangkat ke Bali. Ingatanku akan trauma masa lalu dimana ayah mengajakku dan ibu liburan yang berujung petaka kembali memenuhi pikiran. Entah mengapa semenjak kejadian itu, setiap kali ibu akan pergi ke luar kota atau ke luar negeri, aku mengingat trauma itu dan ada keinginan untuk mencegah ibu untuk pergi. Aku menunduk dalam, mencoba menyembunyikan kegelisahan yang selalu datang di saat seperti ini dan aku sangat membenci

