"Ketika kebahagiaan itu terasa menjauh dari genggamanku, selalu saja ada keyakinan yang membisikkan bahwa suatu saat, kebahagiaan itu akan kembali ke genggamanku seperti sedia kala, karena bahagia selalu berjanji kepada mereka yang mau menunggunya kembali," *** Aku terbangun di pagi hari yang cerah. Jam masih menunjukkan pukul lima pagi, dan seperti biasa aku harus bersiap-siap ke sekolah lebih pagi apalagi hari ini adalah hari Senin, hari yang paling dibenci oleh umat manusia karena merupakan hari pembuka aktivitas yang melelahkan selama seminggu. Paman dan bibi belum pulang dan masih berada disini sampai besok, katanya masih menunggu ibu pulang untuk membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan perusahaan. Aku tak tahu kapan ibu pulang, karena pertemuan dengan klien ini cukup memakan ban

