Chapter 44 - Diary Mama Canis part I

2576 Kata

"Cinta memang tidak pernah mudah diperjuangkan, terkadang kita hanya bisa berjuang terus menerus untuk mendapatkannya, namun apa yang kita peroleh tidaklah sebanding dengan apa yang kita perjuangkan," *** Canis Ketiga buku itu masih menempati posisinya dengan rapi di laci meja belajarku. Semenjak kepergian mama, apalagi Kent yang menyusul setahun kemudian, aku jadi tidak mempunyai keberanian untuk membaca diary peninggalan mama. Yang ku rasakan hanya ketakutan setiap kali melihat tiga diary itu tersimpan rapi dalam laci meja. Apakah aku akan merasakan ketakutan ketika membacanya? Apakah aku akan kembali mengingat rasa sakit yang mereka tinggalkan? Sejujurnya rasa sakit itu masih sangat membekas dalam relung hatiku. Aku masih ingat betul bagaimana perasaan ketika ditinggalkan oleh mama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN