Chapter 45 - Teror Ayah

2623 Kata

"Ketika aku mencoba hidup setenang-tenangnya dan menata hidup ke arah yang lebih baik, namun entah mengapa selalu saja ada halangan yang menerpaku, lagi dan lagi tanpa henti-hentinya" - Canis *** Bara Aku menunggu Canis yang pagi ini belum datang ke sekolah. Sudah menjelang minggu ke tiga bersekolah, namun tidak biasanya ia seterlambat ini. Biasanya selambat-lambatnya jam tujuh, Canis sudah sampai di sekolah lebih dulu daripada aku. Semenjak mengenalnya selama hampir tiga minggu ini, —bisa dibilang akulah yang mengenalnya dari kebiasaan dan hal remeh keseharian Canis— aku mengetahui bahwa sebenarnya Canis adalah sosok gadis yang diam-diam menghanyutkan. Dia mungkin saja diam dalam dinginnya es yang dibangunnya terhadap orang-orang di sekitar, namun masalah sekolah Canis adalah gadis yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN