"Ketika dinding pemisah itu dibangun setinggi-tingginya oleh dia, masih bisakah aku mencoba merobohkan dinding itu meskipun ia terus menerus membangunnya kembali?" -Bara "Aku tak tahu apa yang ada dalam benaknya. Aku juga tak tahu apa yang ada dalam hidupnya. Aku hanya ingin melihatnya tersenyum ke arahku meskipun itu hanya satu kali saja," -Adit *** Bara Semenjak keluar dari ruang kepala sekolah, Canis lebih banyak diam dan bahkan tidak menanggapiku sama sekali meskipun aku mencoba bersikap menyebalkan kepadanya seperti biasa. Matanya sembab seperti habis menangis, namun ia sama sekali tidak berkata apa-apa. Canis hanya diam dan bersikap bahwa kejadian sebelumnya bukanlah masalah besar seperti biasanya, hanya saja kali ini ia tidak berbicara jika memang tidak diperlukan dan lebih diam

