"Beribu musim terlewat tanpa bisa memandang senyum hangatnya. Dan aku hanya bisa berdiam diri di sini, memutar kenangan itu dengan indah sekaligus meyayat hati," *** Canis Aku berdiam diri di pojok kamarku memandangi gelapnya malam yang semakin larut. Perasaanku gelisah tak tenang memikirkan Kent yang terus menerus membayangi pikiranku. Aku sedang merindukan semua kenangan yang kami jalani bersama. Suara jangkrik yang berbunyi di malam hari seolah menambah kesenduan yang ku rasakan. Entah apa yang harus ku lakukan, namun perasaan ini seolah menggebu-gebu memintaku untuk bertemu dengannya, memeluknya, menggenggam tangannya. Aku sadar semua itu sia-sia saja ku rasakan. Nyatanya, Kent sudah tidak ada di sini, tidak di sana, tidak dimana pun. Ia sudah tenang berada di sisi Tuhan dan menikma

