"Sebongkah besar es batu yang dingin bagaikan es abadi, bisakah ia meleleh jika terus menerus disinari oleh hangatnya sinar mentari tanpa henti?" *** Bara Aku merenung sangat lama di balkon kamarku. Perkataan Bunda Tita tempo hari lalu seolah terbayang di pikiranku. Apakah benar bahwa aku mendekati Canis dengan cara yang salah sehingga Bunda Tita mengatakan hal seperti itu? Aku nggak mengerti bagaimana dulu Kent mendekati Canis karena Bunda Tita tidak menceritakan masalah Kent —mungkin karena tidak mau terlihat sedih di hadapan kami waktu itu— sehingga aku hanya menebak-nebak sendiri bagaimana seharusnya cara mendekati Canis. Bunda Tita hanya bilang bahwa Canis nggak suka dipaksa, dan dulu Kent tidak memaksanya. Apakah sebenarnya cara pendekatan yang benar sehingga bisa mendekati Canis

