"Ketika kesempatan pertama itu telah luluh lantak tak bersisa, akankah kesempatan kedua ini dapat memperbaiki segala hal yang telah rusak pada kesempatan sebelumnya?" *** Spica Aku melihat ke arah Kak Bara dan Kak Adit yang tampak lemas di depanku. Hari ini kami sedang datang ke restoran di puncak Bogor —Bavarian Haus Bratwurst & Grill— untuk merayakan kemenangan Kak Adit dalam pemilihan ketua OSIS pekan lalu yang sempat tertunda karena kesibukanku mengikuti beberapa kelas tambahan untuk ujian akhir yang semakin dekat. Aku menopang daguku ke arah mereka sambil menatap mereka penuh keheranan. Padahal ketika merencanakan acara makan-makan ini, mereka tampak bersemangat sekali, namun mengapa sekarang mereka tak bersemangat sama sekali? Aku menghela nafas sejenak kemudian menaruh garpu dan

