Chapter 34 - Meeting Canis Again

2591 Kata

"Ketika dia menangis dengan tatapan kosongnya, aku merasa duniaku diluluh-lantakkan seketika dan hancur berkeping-keping, seolah ikut merasakan sakit yang ia rasakan melalui air matanya," *** Bara Sudah tiga bulan berlalu semenjak kejadian aku mengenal Spica. Dahulu ia adalah gadis yang sangat kesepian, kini ia menjadi gadis ceria yang suka menebarkan senyumnya pada siapa saja. Meskipun kadang Spica sedih karena papanya masih bersikap seperti itu, setidaknya kehadiranku dan Adit cukup membuatnya terhibur melupakan kesedihannya. Ibu juga turut membantu Spica jika ia sedih ketika pulang dan kerapkali memeluk Spica yang menangis kesepian. Spica berkata bahwa ibu merupakan sosok yang dapat menggantikan sosok mamanya di hati Spica. Hari ini adalah hari pertama ujian sekolah. Aku mengepalka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN