Chapter 33 - Cerita tentang Spica

2314 Kata

"Kamu mungkin bisa membohongi orang yang kamu ceritakan tentang hal yang kamu rasakan, namun sesungguhnya kamu tidak bisa membohongi hatimu sendiri tentang perasaan yang kamu simpan rapat-rapat dalam lubuk hatimu," *** Bara Aku bangun oleh belaian lembut tangan seseorang di pipiku. Ketika ku buka mata dan ku lihat ibu yang menatapku dengan lembut, aku segera tersadar dan beranjak bangun dari tidurku. Ku lirik jam yang masih menunjukkan pukul setengah lima, namun rasa kantukku hilang entah kemana begitu melihat ibu yang baru kembali dari perjalanan bisnisnya di hadapanku. Terlihat jelas kantung mata yang semakin menebal itu, namun senyum di wajah itu tidak pudar ketika menatapku setiap saat. "Ibu kapan pulang? Kenapa nggak kabarkan Bara atau langsung istirahat dulu? Ibu kelihatan lelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN