Bab 17. Ku Tunggu Jandamu

1078 Kata

Rangga meremas amplop coklat berisi surat dari pengadilan agama. Renata tetap pada pendiriannya ingin bercerai darinya. Namun, Rangga masih saja tak terima. "Mau kemana kamu, Mas?" tegur Melia. Dengan cepat di berdiri di hadapan Rangga, menghalangi kepergian Rangga. "Aku ingin menemui Renata. Aku gak terima diperlakukan seperti ini!" Jawabnya. Rangga juga terlihat mengepalkan tangannya, dan wajahnya terlihat memerah menahan amarahnya. "Mas, sadar! Dia itu sudah gak mau sama kamu. Dia audah gugat cerai kamu. Sudahlah, Mas. Jangan ngotot begitu!" Dia tak peduli. Spontan Rangga mendorong tubuh Melia, membuat Melia terjatuh. "Mel–" Rangga terkejut, melihat Melia terjatuh. "Aw, sakit. Tega kamu, Mas. Bagaimana, kalau terjadi sesuatu dengan anak ini?" Sungut Melia di sela dia menahan r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN