Kuceritakan apa yang menjadi ganjalanku selama ini pada Andhika. Memang setelah kujungan terakhirku ke apartemen Natasha saat itu, aku sudah tak pernah datang lagi ke sana. Aku selalu berkilah tiap kali ia memintaku untuk mampir ke apartemennya. Aku tak bisa melakukannya sendiri. Kuminta Andhika untuk menemaniku. Setidaknya dengan keberadaannya, Andhika bisa membantuku dengan memberikan masukan-masukannya. “Itu cewek kenapa nggak tau diri banget, sih,” ucap Andhika kesal. “Gue nggak tau, Dhik. Tapi, gue jujur sama lo. Gue sama sekali udah nggak ngerasa apapun kalo di deket dia. Nggak kayak dulu. Nggak tau kenapa. Bawaannya males banget. Dulu, gue bisa berjam-jam di apartemennya, bahkan sampe nungguin dia tidur dan bangun lagi. Tapi, kemaren-kemaren paling lama juga gue satu jam. Apa lag

