ATHAYA -68-

1863 Kata

Aku begitu bahagia melihat senyuman yang terkembang di kedua bibir Tsurayya saat melihatnya bertemu dengan kedua orang tuaku dan juga adikku, Seruni. Sengaja aku merencanakan semua ini tanpa sepengetahuannya. Aku hanya ingin memberikan sedikit kejutan kecil untuknya. Kami masih duduk menunggu karena gilirannya belum juga tiba. Kedua orang tuaku dan Seruni memilih untuk sedikit bergeser dan memberikan sedikit ruang untukku dan Tsurayya. Kami melepas rindu karena beberapa hari tak berjumpa. “Aku kangen banget sama kamu.” Tsurayya melingkarkan kedua tangannya di pinggangku. “Kenapa ya aku tuh kayaknya nggak bisa jauh-jauh dari kamu, Mas.” “Itu berarti kamu cinta banget sama aku, Ay,” godaku sambil sesekali mencubit hidungnya. “Bener, kan?” “Kalo kamu gimana? Kamu cinta banget nggak sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN