Sepertinya keluargaku begitu mempersiapkan semuanya. Saat turun ke lantai bawah, aku dibuat terkejut kala melihat beberapa orang yang tengah sibuk menyulap salah satu kamar tamu menjadi kamar bayi. Pekerjaan memang belum selesai, baru separohnya. Tapi, aku sudah bisa melihat sebagian kamar yang disulap dengan pernak-pernik bayi bernuansa netral. Aku sama sekali belum membuka suara perihal jenis kelamin anakku pada keluargaku. Aku berlalu melewati kedua orang tuaku tanpa peduli sama sekali apa yang sedang mereka kerjakan di ruang tengah. Tanpa harus bertanya, kulihat keduanya tengah memilah dan memilih barang-barang perlengkapan bayi yang aku sama sekali tak tahu kapan mereka beli. Aku sama sekali tak peduli dengan semuanya. Aku membuat diriku kenyang dengan segelas s**u dan dua buah pis

