ATHAYA -67-

1739 Kata

Hatiku masih bedegup kencang setelah membaca sedeter pesan-pesan yang dikirimkan Tsurayya padaku. Aku baru saja tiba di Medan saat pesan itu masuk ke ponselku. Aku tak bisa langsung kembali ke Jakarta karena terhalang oleh pekerjaan. [My Wife : Mas ...] [My Wife : Aku mau ngomong sesuatu. Kamu jangan marah, ya.] [My Wife : Aku baru pulang dari rumah sakit.] [My Wife : Pagi-pagi ada perang dunia hebat di rumah.] [My Wife : Tiba-tiba perutku sakit banget. Lebih sakit dari kemaren.] [My Wife : Tapi, Dokter Ratna bilang belum ada pembukaan sama sekali. Kemungkinan besar karena aku stress banget.] [My Wife : Aku stress, Mas. Banget.] [My Wife : Sampe kapan harus begini, Mas? Aku mau kamu.] Gegas kuminta Andhika untuk langsung membawa kami ke hotel. Aku harus segera bicara dengan Tsuray

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN