TSURAYYA -67-

1888 Kata

“Jam segini kok baru pulang, Ayya?” tanya Mama saat aku baru saja menginjakkan kaki di anak tangga pertama. “Toko rame, Nak?” “Lumaya, Mama. Ayya naik dulu ya, Ma. Ayya mau istirahat.” “Ayya nggak makan dulu?” sahut Mama. Aku menggeleng. “Ayya makan di mana?” “Tadi makan bareng sama anak-anak, Ma,” ucapku bohong. Aku tak mungkin mengatakan yang sejujurnya kalau aku makan bersama dengan Athaya di hotel tadi. “Ayya ke atas duluan ya, Ma.” “Ayya capek banget, ya?” tanya Mama. Aku mengangguk. “Tadinya, Mama mau ajak Ayya ngobrol sebentar.” “Kapan-kapan aja ya, Ma. Selamat malam, Ma.” Aku langsung masuk ke kamarku dan segera membersihkan diri. Sebelum naik ke atas tempat tidur, kupastikan pintu kamarku sudah terkunci. Kukeluarkan ponsel dari dalam tas dan mengirimi pesan ke nomor Athaya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN