Meskipun tak sepenuhnya bebas untuk bertemu dengan Tsurayya, setidaknya aku tak harus memikirkan tentang betapa bahayanya pengawal pribadi yang diperintahkan Papa Hardi dan Mas Gibran. Aku dan Tsurayya berhasil mengetuk hati mereka. Kami bisa bertemu kapan pun kami mau. Siang ini, aku membuat janji temu dengan Tsurayya. Kami sepakat untuk bertemu di sebuah hotel. Sudah seminggu ini kami menggunakan cara ini setiap kali akan bertemu. Berpindah-pindah hotel untuk mncri suasana baru. Bahkan, kami pernah sesekali mencoba bagaimana rasanya staycation bukan di hotel berbintang, melainkan losmen melati. hahaha. Dalam seminggu ini, hampir setiap harinya kami bertemu. Sama sekali tak memikirkan pekerjaan masing-masing. Quality time berdualah yang paling penting di kondisi genting seperti ini. Tak

