“Pak Adi, kita ke rumah sakit sebentar. Aku ada jadwal periksa kandungan.” Pak Adi mengangguk dari spion depan. Aku baru saja keluar dari toko. Athaya mengabariku lewat pesan WA kalau dia sudah menunggu di rumah sakit. Aku tak sabar untuk bertemu dengannya. Senyuman tak pernah surut dari kedua bibirku. “Mbak Ayya lagi seneng banget, ya?” ucap Pak Adi. Aku hanya menjawabnya dengan senyuman. “Seneng mau nengok Adek bayi ya, Mbak?” Sekalian ketemu sama bapaknya bayi, Pak. “Iya, Pak,” jawabku sekenanya. “Mbak Ayya belum ketemu lagi sama Mas Athaya?” tanya Pak Adi. Aku tak menjawab. Pak Adi melirikku dari spion depan. “Saya sering lihat Mas Athaya di dekat rumah. Kayaknya emang dia sengaja nunggu di dekat rumah kita, Mbak. Tapi, sejak kemarin saya nggak lihat Mas Athaya. Mungkin Mas Athaya

