“Gimana keadaan Ayya, Mas?” tanya Bunda. Aku baru saja tiba di rumah. Ternyata kedua orang tuaku memutuskan untuk menginap di sini. Keduanya terlihat begitu penasaran dengan kabar perkembangan Tsurayya. Seruni juga ikut turun karena melihat mobil Ayah yang terparkir di depan rumah. Aku pun segera mendudukkan diri di sofa ruang tengah. Ayah dan Bunda terlihat tak sabar menunggu jawabanku. Kukatakan pada keduanya untuk tidak terlalu khawatir. “Ayya nggak apa-apa. Masih belum kerasa mulasnya. Tadi Ayya udah makan lumayan banyak nanas yang kemarin aku beli. Kita berdoa aja yang baik untuk dia. Aku minta untuk Ayya selalu kabari tentang keadaannya. Bunda sama Ayah kok nggak bilang kalo mau ke sini?” “Sengaja. Bunda pikir kamu ajak Ayya ke sini, makanya Bunda sama Ayah langsung ke sini. Bik

