19. Tidak ada tempat yang benar-benar aman untuk Anna

1577 Kata

"Aku bukan manusia biasa, 'kan?" tanya Anna tanpa basa-basi. Dia tau jika Xanza mendengarnya. Laki-laki yang tengah bersandar di pohon itu tak serta-merta langsung membuka mata. Dia hanya menggerakkan kepalanya, terlihat mencari posisi nyaman. Anna menghela napas sebal melihatnya. Jika dulu-dulu dia takut dengan pemilik rambut perak ini karena tatapannya yang mengintimidasi, maka sekarang hal itu tidak berlaku lagi untuk Anna.  Karena tak kunjung mendapat jawaban, Anna ikut duduk di samping laki-laki itu dan bersandar di pohon yang sama.  Lucia yang melihat kenekatan Anna, hanya dapat mengusap wajahnya, kemudian berlalu. "Aku tau kau tidak tidur," ujar Anna lagi, menoleh menatap Xanza. Kepala laki-laki itu menyamping, berhadapan langsung dengan wajah Anna. Perlahan mata Xanza terbuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN