Hening menyelimuti meja Anna dan Ganza. Masing-masing dari mereka sibuk dengan pikirannya sendiri. Akan tetapi, hal itu tidak berlangsung lama saat Anna mendengar obrolan beberapa orang yang menyinggung laki-laki di depannya ini. "Apa kau tau, Ganza anak Tuan Vandlez baru saja diserang oleh golongan Blood Sucker." "Serius? Bagaimana kabar laki-laki imut itu?" "Hahahahah ... seperti dulu-dulu, dia hampir tewas, untung Xanza cepat menolongnya. Astaga, aku semakin tertarik dengan kakaknya, sungguh kakak yang baik bukan?" "Dasar bocahh, dia masih saja tidak mampu menjaga dirinya sendiri." "Ngomong-ngomong, dibanding Ganza dan Xanza, kau pilih siapa?" "Tentu saja Xanza. Ganza hanya membuat repot." "Dan beban." "HAHAHAHAHAHA." Anna melirik Ganza, laki-laki itu tampak diam dengan ekspre

