Jika rasa penasaran dan kebingungan bisa membunuh, maka Anna sudah kehilangan nyawanya sejak tadi malam usai sadarkan diri. Terlalu banyak hal membuatnya penasaran, tentang kenapa dengan dirinya, siapa dirinya sebenarnya, dan semua yang berkaitan dengan tempat ini. Namun demi kebaikannya, Anna memilih untuk menyimpan rasa bingung dan penasarannya dengan sendiri. Tanpa mengungkapkannya seperti dulu-dulu yang sedikit pun tak mendapatkan jawaban siapa dirinya. "Yang jelas, orang-orang di kastel ini bukan orang biasa," gumam Anna. "Kau bicara apa, Anna?" Lucia menoleh. Anna menggeleng sembari menyunggingkan senyum tipis. "Jadi yang mana kamar Ganza, Luc?" Dirinya memang berniat untuk menjenguk Ganza dan meminta agar Lucia mengantarnya, demi terhindar dari kejadian salah kamar seperti kema

