Tatapan Ghibran langsung menghunus tajam, tertuju ke arah Daffa yang baru saja masuk ke dalam ruangannya. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Daffa sedikit gugup menghadapi Ghibran. Dari tatapan sang atasan, dia tahu betul bahwa telah terjadi sesuatu yang salah sehingga. Namun, dia tidak tahu pasti kesalahannya apa. "Apa benar dia klien kita?" Ghibran melirik ke ar Lily sejenak, kemudian menatap Daffa kembali. "Ma-maksud Bapak?" Alih-alih mengindahkan pertanyaan Ghibran, Daffa justru bingung. Masalahnya dia sudah mengetahui betul siapa Lily. Orang yang nyaris setiap hari datang ke kantor dan selalu memaksa untuk bisa bertemu dengan Ghibran. Seluruh orang-orang di kantor sudah mengetahui wanita itu. Akan tetapi, kenapa tiba-tiba Ghibran bertanya seperti itu? Bukankah tadi Lily h

