"Dimana letak salahnya? Coba kau jelaskan padaku! Aku hanya ingin dia menderita seperti aku yang menderita kehilangan kakakku," kilah Alvin berusaha untuk tak memedulikan ucapan Marco tadi. "Terserah kau saja, aku lelah berbicara dengan orang bodoh yang sok pintar seperti dirimu," keluh Marco dengan kesal sembari melangkah pergi meninggalkan Alvin serta membawa beberapa kantong belanjaannya tadi. "Memang sesuai keinginanku," jawab Alvin sembari mengedikkan bahunya tak peduli. Marco malas untuk melanjutkan pertengkaran mereka karena Alvin akan terus berbohong dan akan sulit mengoreksi kebenaran dari mulutnya. Alvin menatap brankas yang akan menjadi tempat penyimpanan surat yang tadi sudah ditandatangani oleh Angela. Surat itu disimpan dengan senyuman penuh kemenangan oleh Alvin di sana.

