30

747 Kata

Setelah mendengar teriakan keras itu penghuni rumah Farrel langsung berlarian ke luar untuk melihat. Betapa terkejutnya mereka saat melihat keadaan Farrel yang begitu menyedihkan. ** Farrel menatap tajam ke arah dua orang yang berada di dalam kamarnya, kamar ini terasa sunyi dan sepi meski di dalam sana ada tiga orang yang sedang menghuni ruangan itu. Jam di dinding menunjukkan pukul delapan pagi lewat sembilan menit. Namun keheningan yang terjadi di dalam sana seperti ruangan malam yang tidak berani di jamah orang lain. "Jadi bagaimana sekarang Kak Evan?" tanya Farrel pelan pada pria yang sedang merokok dan berdiri di dekat balkon kamar yang sekarang menjadi tempat perawatan Farrel. Farrel memilih untuk berbicara setelah lama terdiam dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Apalagi du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN