42. Pengakuan. Kayla masuk ke dalam kamarnya, begitu pun Arsen yang juga masuk ke dalam kamarnya sendiri. Gadis itu merebahkan tubuhnya di kamar yang luas itu, seraya menatap langit-langit kamarnya. Kemudian mengambil ponselnya yang sedari tadi masih di dalam tasnya. Dia membuka layarnya, dan ada pesan dari nomor yang tidak di kenalnya.. [Kayla, ini aku Roni. Ada hal yang ingin aku bicarakan. Kumohon temui aku di kafe dekat sekolahmu, besok jam 11. Jangan sampai ada yang tahu.] Kayla, membuka pesan itu keheranan, Pak Roni yang selama ini menghilang menghubunginya, dan meminta bertemu dengannya tanpa sepengetahuan Arsen. Kemudian, gadis itu menelefon nomor asing itu. Panggilan tersambung. Roni, mengangkat telefon. “Hallo,” sapa suara di seberang. “Hallo, benar ini nomor Pal Ro

