43. Tak di sangka. Kayla kembali memesan gojek untuk pulang. Dan menunggunya di depan kafe. Masih sesekali mengecek ponselnya siapa tahu Pak Roni akan mengiriminya pesan. Ketika abang ojek online itu datang Kayla membonceng dengan risau. Masih menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan Pak Roni datang. Dia juga sesering mungkin memeriksa ponselnya berharap Pak Roni mengabarinya. Namun, hingga motor yang mengantarnya sudah sampai di depan pintu gerbang, ponselnya tak kunjung menyala masih belum ada pesan dari Pak Roni. Kayla, melihat ke jam tangannya sudah menunjukkan pukul 12 siang, semua penjaga sedang beristirahat sehingga tidak ada seorang pun yang menjaga pintu depan. Kayla mendorong sendiri pintunya dan terus masuk. Dia berjalan pelan menuju teras dan sesekali melihat layar ponse

