17. Hadiah kelulusan. Malam hari sepulang kerja Arsen meminta Bu Fatimah untuk membawa Kayla menemuinya. Ini sudah tiga hari sejak kelulusan Kayla. Dia tidak berjumpa dengan Kayla lagi setelah kejadian tangis gadis itu di makam mamanya. Tidak Tega, Arsen juga masih merasa sedih karena kehilangan calon pengantinnya. Tok ... Tok ... Tok.... Bu Fatimah mengetok pintu kamar Kayla, sejak hari kelulusannya gadis itu jarang keluar dari kamarnya. Hanya saat mandi dan makan malam saja gadis itu bersua dengan penghuni panti asuhan. Kadang dia dan Suci bergantian mengantarkan makanan untuknya. Bu Fatimah cukup bisa mengerti kesedihan Kayla. “Kayla,” panggil Bu Fatimah dan kembali mengetuk pintu kamar Kayla. Pintu terbuka, terlihat Kayla dengan wajah sayunya mencoba melempar senyum, menyapa

