16. Hari kelulusan Mentari pagi sudah terbit di ufuk timur menampakkan cahaya. Menyambut pagi dengan hangat sinarnya. Kayla terbangun jam enam pagi. Ketika rumah panti sudah ramai, sebagian penghuninya sudah bangun, beraktivitas dengan kesibukan masing-masing. Hanya anak-anak kecil yang masih terlelap di balik selimut. Belum di bangunkan oleh Bu Fatimah atau pengurus lainnya. Kayla berjalan bangkit dari tidurnya, melihat sejenak pintu ajaib menuju rumah kaca lalu sedikit tersenyum. Kemudian dia berdiri, menyambar handuk berjalan ke arah kamar mandi yang ada di sebelah dapur. Sekilas dia melihat Suci sedang membantu memasak bersama pengurus pantai lainnya. Air dingin yang keluar dari kran di atas kepalanya mulai membasahi rambut, pundak dan ke seluruh tubuhnya. Memberi kesejukan di set

