33

1290 Kata

33. Kemarahan Nyonya Bella Pagi hari Arsen masih menjaga Kayla yang masih tertidur pulas. Pria itu akan segera pulang jika Bu Fatimah dan Suci sudah sampai di ruang perawatan Kayla. Di pandangi wajah gadis itu, ada rasa yang tak biasa di sana, hingga tak bosan-bosan menatapnya. Pukul 07.15 pagi, seorang perawat datang memberikan sarapan pagi dan obat untuk pasien di VVIP itu. Dengan pelan Arsen mencoba membangunkan Kayla. “Kayla, bangun!” ucapnya lirih. “Bangun!” pintanya lagi, saat melihat Kayla belum sepenuhnya membuka mata. Perlahan Kayla membuka matanya. Luka bakar di permukaan kulitnya menimbulkan rasa perih. “Sakit?” tanya Arsen lembut. Kayla menggelengkan kepalanya. Arsen mengambil nampan makanan Kayla. “Aku suapi,” ucapnya. Kemudian, mulai melihat lauk makan pagi Kayla

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN