32 . Sedih Di ruang VVIP rumah sakit Kayla terbaring tak sadarkan diri. Jarum infus terpasang di tangan kirinya. Arsen duduk di sebelah gadis itu, berharap segera sadar. Entah mengapa hatinya begitu sedih melihat keadaan Kayla yang seperti itu. Tidak ingin merasakan kehilangan wanita yang sangat dicintai untuk kedua kalinya. Drrrrtttt ... Drrrrtttt ... Drrrrtttt.... Ponselnya bergetar, ada telefon dari Nyonya Bella, yang turun tangan sendiri mengurus para penghuni panti yang kehilangan tempat tinggalnya karena kebakaran tadi. “Hallo, Ma,” sapa Arsen. “Semuanya sudah Mama urus, Fatimah, Roni, para pengurus dan anak-anak panti akan menempati rumah yang ada di blok sebelah, untuk sementara waktu,” jelas wanita itu. “Iya, Ma terima kasih,” sahut Arsen tidak menyangka sang mama

