31 . Air Mata Kayla melihat Arsen pergi dengan Pak Roni. Mengacuhkan dirinya begitu saja. Pria itu tak menoleh sedikit pun dan melewatinya seolah tak mengenalnya. Kini Kayla berdiri, kecewa sambil memperhatikan punggung pria itu dari belakang berharap dia berbalik dan mengingat janji makan malam mereka hari ini. Namun, pria itu tak melakukannya, segera masuk mobil dan melajukannya menjauhi panti asuhan. Dengan langkah lemas dan pelan Kayla melangkah masuk. Panggilan dari Bu Fatimah tak di hiraukannya. Tetap berjalan ke dalam kamar. Pintu ia tutup begitu saja. Lipstik yang menghiasi bibir ia usap dengan kasar. Rasa kecewa membuat air matanya menetes membasahi pipinya. Rencana untuk mengungkapkan semua rasa cintanya di makan malam ini pupus. Dia kembali berjalan ke pintu, memutar kunci

